Home » buku » Canting

Canting

Pengarang : Arswendo Atmowiloto
 
Buku yang menceritakan tentang kehidupan keluarga Raden Ngabehi Sestrokusuma sarat dengan makna.. Saya sangat menikmati novel ini dari lembar pertama sampai dengan lembar terakhir. Kental dengan budaya Jawa, canting yang merupakan carat tembaga untuk membatik diibaratkan nyawa bagi para buruh.Novel ini memberikan gambaran umum tentang kehidupan keluarga priyayi, kehidupan keluarga Jawa. Dengan membaca buku ini menambah pengetahuan saya mengenai perbatikan dan bagaimana batik halus yang dibuat dengan canting mencoba bertahan diterpa badai batik printing. Saya yang tidak tahu sama sekali mengenai perbatikan, tersadar bahwa ternyata saya belum bisa menghargai akan arti nilai motif dan halusnya batik yang dibuat dengan canting.Dari buku ini saya jadi tahu macam-macam canting:
1. Canting cecek yang membuat cecek atau titik-titik, serta untuk membuat rembyang, titik yang berurutan dan seirama.
2. Canting klowongan untuk membuat garis lingkaran atau lengkungan.
3. Canting sawutan, yang bisa membuat galar atau garis-garis.

Canting yang menjadi cap batik Ngabean mempunyai cara bertahan dan bisa melejit bukan dengan menjerit. Bukan dengan memuji keagungan masa lampau, bukan dengan memusuhi. Tapi dengan jalan melebur diri. Ketika Canting dilepaskan, ketika itulah usaha batik keluarga Bei jalan.

“pindahan dari mp 24 November 2007”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s