Home » buku » Arus Balik

Arus Balik

Penulis : Pramoedya Ananta Toer

“Sebuah epos pasca kejayaan Nusantara di awal abad 16”

Untuk menyelesaikan buku setebal 760 halaman dengan 2 halaman hilang tidak tercetak (hal.479 dan 502), dibutuhkan energi ekstra setelah sebelumnya terhenti di halaman 496 dan terlupakan. Alhasil saya harus memulai dari awal lagi. Tapi tak mengapa karena kepuasan yang didapat sebanding dengan usaha.

Setiap kalimat sarat makna. Saya ingin meresapinya.

Pada abad ke enambelas Masehi Galeng dan Idayu adalah sepasang kekasih yang berasal dari desa Awis Krambil, tahun itu harus mewakili desanya untuk mengikuti Pesta Lomba Seni dan Olah Raga. Berbagai macam pikiran berkelebat dalam dada dan pikiran mereka, apa yang akan terjadi setelah perlombaan ini. Bahkan seluruh rakyat Tuban pun turut berempati.

Galeng dinobatkan menjadi juara gulat untuk tahun itu. Setelah dua puluh tahun, muncul juara tari tiga kali berturut-turut yaitu Idayu. Dan atas “kemurahan” Sang Adipati Tuban, maka dikawinkanlah Idayu dan Galeng. Sorak sorai membahana di bumi Tuban.

Pesta pernikahan digelar. Tandu berjalan perlahan turun ke jalanan alun-alun. Sejoli pengantin duduk di atas tandu tersebut dalam sikap resmi, seperti sepasang arca batu. Busana yang dikenakan layaknya pasangan pengantin kerajaan. Gadis-gadis dan pemuda-pemuda bersesakkan untuk dapat menghampiri pengantin, mereka tak dapat menahan godaan untuk menyentuh Sang Kamaratih dan Kamajaya untuk mendapat berkahnya.

Sorak sorai semakin gegap-gempita. Gamelan terus bertalu. Dan para penari terus melengggak-lenggok sepanjang jalan.

Suasana pesta berubah menjadi menakutkan setelah setelah pengantin kekasih Kamajaya dan Kamaratih terguling dari kedudukannya. Galeng dan Idayu menolak untuk kembali ke tandu. Pengantin itu berjalan bergandengan.

Kehidupan Galeng dan Idayu yang sesungguhnya dimulai. Cerita tentang anak desa yang mengemban cita-cita menahan arus balik dimulai. Pasangan ini sangat terpengaruh oleh wejangan-wejangan Rama Cluring yang dianggap sebagai guru spiritualnya.

Galeng harus mengorbankan kehidupan pribadi demi menahan arus dari utara dengan Idayu yang selalu setia menunggui suaminya untuk kembali ke rumah.

“Telah aku baktikan masa mudaku dan tenagaku dan kesetiaanku. Biarpun hanya secauk pasir untuk ikut membendung arus balik dari utara…”
(hal. 748)

Banyak adegan-adegan pertempuran dideskripsikan dalam buku ini, terasa aroma sadisme. Tetapi mungkin memang demikian adanya peperangan pada jamannya.

Dalam buku ini juga diceritakan situasi awal-awal Islam masuk ke tanah Jawa. Islam berasimilasi dengan budaya Jawa. Bagaimana masyarakat Jawa juga harus beradaptasi dengan masuknya Islam dan dengan agama-agama yang telah ada sebelumnya. Nuansa Jawa sangat kental dalam cerita ini dengan berbagai perwatakannya.

Dan Arus balik merupakan sebuah cerita masa pasca kejayaan Majapahit.

“…Majapahit adalah kerajaan laut terbesar di antara bangsa-bangsa beradab di muka bumi ini. Kapal-kapalnya, muatannya, manusianya, amal dan perbuatannya, cita-citanya – semua, itulah arus selatan ke utara. Segala- galanya datang dari selatan. Majapahit jatuh. Sekarang orang tidak mampu lagi membuat kapal besar. Kapal kita makin lama makin kecil seperti kerajaannya. Karena, ya, kapal besar hanya bisa dibikin oleh kerajaan besar. Kapal kecil dan kerajaan kecil menyebabkan arus tidak tidak bergerak ke utara, sebaliknya, dari utara sekarang ke selatan, karena Atas Angin lebih unggul, membawa segala-galanya ke Jawa, termasuk penghancuran, penindasan dan penipuan. Makin lama kapal-kapal kita akan semakin kecil untuk kemudian tidak mempunyai sama sekali.”

 
“pindahan dari mp 23 Desember 2008”
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s