Home » Jalan » Sunyaragi yang terbengkalai

Sunyaragi yang terbengkalai

Terbesit ingin mengunjungi Taman Sari Gua Sunyaragi hanya karena ingin membandingkan Taman Sari di Cirebon dan Taman Sari di Jogjakarta. Dari pusat kota Cirebon, kami harus bertanya berkali-kali untuk mendapatkan informasi angkot mana yang melewati Sunyaragi. Terbukti bahwa Sunyaragi tidak cukup tersohor di bumi Cirebon.

Turun dari angkot kami mencari pintu masuk, karena tidak terlihat tanda-tanda pintu masuk gua dan tidak ada informasi petunjuk arah menuju pintu masuk. Di depan loket masuk, kami melihat petugas menghardik serombongan anak-anak dengan usia sekitar 9-10 tahun karena mereka lompat pagar kompleks gua Sunyaragi. Dengan harga tiket 8 ribu rupiah per orang, kami bisa mengelilingi kompleks gua Sunyaragi tanpa pemandu.

Beberapa anak dan sebagian masih mengenakan seragam sekolah sedang bermain-main di kolam sekitar gua Peteng. Konon katanya gua Peteng ini digunakan untuk menyepi alias semedi. Kompleks gua Sunyaragi tidak terlalu luas, tetapi tidak terlalu terurus. Selain kami ada 2 keluarga yang berkunjung, selain itu kami lihat kompleks gua Sunyaragi ini digunakan buat tempat pacaran. Dan yang lebih membuat saya prihatin, mereka masih berseragam sekolah.

Tempat favorit buat Faiz (2th, 3bln) adalah panggung budaya. Lapangan pertunjukan yang ramai ditumbuhi ilalang menjadi tempat berlari-lari dan tempat duduk penonton pun dijelajahi di barisan palin bawah hingga barisan paling atas.

Cirebon

Sunyaragi, 9 Maret 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s