Home » keluarga » Bukan masa-masa yang mudah

Bukan masa-masa yang mudah

Ternyata menyapih anak bukanlah perkara mudah. Sejak Faiz berumur 1.5tahun, kami mulai berusaha untuk menyapih. Bukan tidak ingin memberikan asi sampai usia 2 tahun tetapi lebih karena produksi asi itu sendiri sudah sangat sedikit. Pertama kali dicoba sisapih ketika saya harus dikuret. Dua malam Faiz pisah tidur dan selama dua malam tiga hari itu juga Faiz tidak nenen. Tetapi setelah malam ketiga, kami tidur bersama dan ternyata Faiz masih teringat dengan nenennya. Saya berusaha memberi pengertian, kalau saya sakit dan Faiz sudah gak perlu nenen lagi. Tapi rengekan dan tangisannya membuat saya tidak tega, akhirnya saya menyerah memberikan nenen ke Faiz. Usaha untuk menyapih terus dilancarkan. Kami selalu mensosialisaikan kalau Faiz udah gak usah nenen lagi, Faiz bukan bayi lagi. Tetap tidak sedikitpun Faiz berusaha untuk tidak nenen atau mengurangi frekuensinya.

Menjelang usia 2 tahun, saya terus membujuk Faiz untuk berhenti nenen. “Faiz, klo udah dibikinin nasi tumpeng berarti udah gak nenen lagi ya”. Saat itu Faiz hanya bilang, “iya”. Tapi nyatanya saya masih gagal menyapih Faiz.

Tadinya saya enggan untuk menyapih dengan cara mengoleskan sesuatu. Tapi akhirnya saya menyerah juga dan mencoba cara tersebut. Saya mencoba mengoleskan kunyit. Ternyata Faiz bilang enak…!! Berikutnya dicoba brotowali. Menurut Faiz asem…!! Dan nenen pun tetap berlanjut.

Ayah terus mengingatkan saya, Faiz sudah 2 tahun dan sudah harus disapih. Hempphh… Walaupun saya sudah selalu berusaha persuasif tetapi proses menyapih belum kunjung membuahkan hasil.

2 tahun 4 bulan usia Faiz. Tanpa kata-kata, kami sepakat untuk menyapih Faiz. Malam panjang mulai kami lalui. Faiz tidur tidak nyenyak, sebentar-sebentar merengek. Keteguhan hati saya diuji. Dengan dukungan Ayah, saya harus berusaha untuk tetap konsisten. Siang hari ketika Faiz teringat akan sesuatu yang “hilang”, badannya akan anget. Tetapi jika perhatiannya dialihkan dengan diajak bermain, seketika angetnya lenyap.

Sudah 4 hari 3 malam, semoga kami bisa melewati masa-masa tidak mudah dengan segera. “Kita sama-sama berjuang, Nak. Kita bisa…”

Jakarta, 9 April 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s