Home » Jalan » Mengunjungi Pakde di Pagar Alam

Mengunjungi Pakde di Pagar Alam

Butuh waktu 24 jam untuk mencapai rumah Pakde dari terminal bus Kalideres, Jakarta Barat. Kami sengaja naik bus supaya praktis. Praktis di sini maksudnya, kami tidak perlu berganti-ganti angkutan. Perbandingannya begini: jika kami naik pesawat, kami harus ke Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), dari Bandara Soekarno-Hatta terbang ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), dan dari Palembang kami masih harus menempuh pejalanan 7 jam lagi untuk sampai Pagar Alam. “Repot…”, begitu menurut Bapak saya. Saya nurut saja karena status saya saat itu sebagai pengawal Bapak, ups… menemani Bapak.

30 Juli 2008

Bus Lantra Jaya bergerak perlahan meninggalkan terminal Kalideres. Sampai di Merak, bus kami harus mengantri untuk mendapat giliran masuk kapal. Perjalalan di laut dimulai sampai kami tiba di Bakauheni, Lampung.

001. Menjauh dari Pulau Jawa

Menjauh dari pulau Jawa

003. Menuju Pulau Sumatera

Menuju pulau Sumatra

Perjalanan berlanjut dengan jalan darat. Setiap 8 jam, bis berhenti. Penumpang dapat turun dari bis untuk makan, sholat atau sekedar meluruskan kaki.

31 Juli 2008

Saya pikir ketika sudah sampai Lahat, berarti sebentar lagi sampai Pagar Alam. Ternyata masih butuh perjuangan bagi bis untuk menanjak, jalan berliku dan di kiri kanan adalah jurang. Ada satu tikungan menanjak ketika untuk melaluinya bis tersebut tidak bisa sekali belok. Wow..!!  

Akhirnya sampai juga saya di Pagar Alam, di rumah Pakde dengan disambut dengan hujan lokal yang turun hanya di seperti terlihat segaris putih.

004. Hujan Lokal

Hujan lokal

Setelah beristirahat saya diajak untuk mengunjungi rumah anak-anak Pakde yang lokasinya tak jauh dari rumah Pakde.

Bagaimana Pakde saya ini bisa sampai ke Pagar Alam, konon katanya Pakde saya ini berangkat sendiri (atau bersama teman-teman) ke sana sekitar tahun 1964. Tadinya saya pikir, Pakde ini ikut program transmigrasi. Ternyata bukan.

1 Agustus 2008

Hari ini saatnya “piknik” di Pagar Alam.

Pagi-pagi kami berangkat ke lokasi yang dekat-dekat rumah Pakde. Sawah dan banyak arca ditemui, juga pohon kopi.

008. Sawah

Sawah di kaki gunung Dempo

009. Sumur Batu

Sumur Batu

010. Arca Manusia Purba

Arca manusia purba

Menjelang siang, kami diajak Pakde mengunjungi kebun teh yang berlokasi di sekitar Vila ex-MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran).

017. Perkebunan Teh Gunung Dempo

Kebun Teh

019. Sekeluarga

Saudara-saudara plus Bapak

2 Agustus 2008

Saatnya kembali ke Jakarta dengan waktu tempuh sama dengan saat berangkat, 24 jam juga. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa mengunjungi Pakde di Pagar Alam. Ini pertama kalinya buat saya dan Bapak. Entah kapan lagi kami bisa berkunjung ke sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s