Home » Jalan » Berburu Pensil Warna

Berburu Pensil Warna

Faiz (2th 5bln) senang pada aktivitas mewarnai alias coret-coret. Dan kebetulan di rumah ada crayon sisa praktikum buleknya Faiz (bulek = tante). Sayang crayon yang ada mudah membuat tangan kotor. Sebenarnya saya bukan mempermasalahkan kotornya, tapi masalah keamanan si crayon tersebut. Namanya anak-anak terkadang tidak sengaja memasukkan tangan ke mulut atau setelah mewarnai tidak segera mencuci tangan dan langsung ambil makanan dan lain-lain belum lagi bau crayon yang cukup menyengat.

Crayon

Crayon tanpa baju

Saya punya bayangan sendiri mengenai pensil warna untuk balita, yaitu ujungnya tidak lancip sehingga tidak membahayakan anak. Perburuan di mulai dengan mendatangi toko buku Gramedia di Pejaten Village. Setelah mengelilingi bagian alat tulis dan pensil warna, saya tetap tidak menemukan pensil warna seperti bayangan saya. Ada satu merk terkenal yang mengeluarkan berbagai produk dengan cap “non-toxic”. Tapi pensil warnanya ujungnya sangat tajam dan butuh rautan, ada crayon setelah saya keluarkan dari bungkusnya ternyata baunya sangat menyengat.

Bergeser sedikit ke arah peralatan gambar teknik, mata saya langsung tertuju pada pensil dermatograh. Pensil ini biasanya digunakan untuk “mark-up” dokumen di kantor kami. Definisi dermatograph bisa diliat di sini.

Karena harga lumayan premium untuk kantong kami, jadilah kami hanya beli 5 warna. Lumayan cukup mewakili, pikir kami. Faiz senang, ibunya pun tenang.

Dematograph

Pensil Dermatograph

Ternyata kegembiraan itu hanya sesaat. Faiz terus mencari warna orange. “Haduh gimana ini…” Saya pun mulai gusar. “Iya ya, warnanya itu-itu aja. Kurang bervariasi.”

Berbekal info dari teman, ternyata ada crayon yang terbungkus seperti pensil mekanik. Tidak perlu rautan dan untuk mengeluarkan crayonnya, cukup di putar. Penasaran dengan crayon model seperti itu, ketika ada kesempatan kami langsung meluncur ke toko Gunung Agung yang berlokasi di Margo City. Ternyata ada crayon yang dimaksud teman saya itu. Tetapi saya lebih tertarik dengan yang di sebelahnya, crayon yang terbungkus dengan kertas dan tidak perlu rautan cukup ditarik saja kertasnya seperti pensil dermatograph. “Yeay… akhirnya kami menemukan pensil crayon idaman dengan harga lebih murah… !!” Dibandingkan dengan pensil dermatograph, tentunya.

Pensil Crayon

Pensil Crayon

Jakarta, 13 Mei 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s