Home » jajan » Berpetualang sambil Berlebaran Part 4

Berpetualang sambil Berlebaran Part 4

Masih 12 Agustus 2013

Tujuan kami selanjutnya adalah kampung Giriloyo yang merupakan kampung batik. Lokasinya cukup jauh dari tengah kota. Dari kota Jogja, kami menuju Jl. Imogiri Timur dan terus melaju di jalan tersebut sampai melewati jembatan kali Opak, baru kami berbelok ke kiri. Rasanya seperti ke negeri antah berantah dan hampir tidak percaya jikalau ada kampung batik dengan lokasinya sampai sejauh ini. Ternyata setiap rumah adalah showroom dan workshop batik. Tinggal pilih mau menyambangi yang mana. Jarak antar rumah tidak terlalu rapat dengan pemandangan depan adalah hamparan sawah. Kami hanya mengunjungi 2 rumah pertama yang kami temui. Semakin ke atas semakin banyak rumah penduduk . Dan sepertinya untuk rumah-rumah yang lebih atas, showroomnya terkelompok. Maksudnya tiap-tiap rumah ada aktivitas membatik tetapi untuk showroom nya, terpusat di suatu tempat.

Giriloyo

Giriloyo

Selesai dengan Giriloyo, kami menuju pantai Depok. Pantai Depok ini merupakan jajaran Pantai Parangtritis. Kami ke sini hanya untuk menikmati seafood dan memandangi pantai laut selatan.

Untuk bisa menikmati seafood tersebut, kami harus beli ikannya dulu di Pasar Ikan Segar. Karena kalap mau mencicipi semua, jadilah kami beli udang, cumi, kepiting, dan ikan kakap untuk kemudian dibawa ke rumah makan untuk dimasak dengan ongkos masak 10rb/kg. Cukup banyak karena kami hanya bertiga orang dewasa plus satu balita. Akhirnya sebagian udang goreng tepung dan ikan kakapnya kami bungkus.

Pasar Ikan Segar

Pasar Ikan Segar

Seafood pesanan kami

Seafood pesanan kami

Perut sudah teramat penuh tapi sayang kalo kami tidak menjenguk ombak-ombak pantai selatan. Dahsyat memang ombak di pantai Depok, seingat saya lebih tenang ombak di Parangtritis.

Pantai Depok

Pantai Depok

Angin sore sudah memanggil-mangil kami untuk kembali ke kota. Dan sebelum benar-benar masuk hotel, kami mampir ke rumah teman SMA saya di daerah Kota Gede.

Setelah masuk hotel dan bersih-bersih, kami keluar lagi untuk menikmati malam di sepanjang Jl. Mangkubumi – Jl. Malioboro. Kebetulan lokasi hotel kami ada di Jl. Gowongan Kidul, yang keluar ke jalan raya nya ya Jl. Mangkubumi itu.

Tujuan pertama adalah mencicip es krim Tip Top yang legendaris itu. Salah satu pesanan kami adalah es krim yang judulnya Tip Top. Tetapi setelah ditanya isi es krim tersebut mengandung rhum. Terpaksa kami memesan es krim pengganti dan sudah rela jikalau es krim yang tidak kami sentuh itu harus dibayar. Ternyata eh ternyata, kami tidak membayar es krim yang tidak kami makan…!!

Tip Top

Tip Top

Perut ini sudah teramat kenyang, tapi masih pada penasaran sama angkringan di dekat stasiun Tugu dan masih berharap setelah berjalan kaki perut menjadi lebih kosong. Setelah tiba di angkringan tersebut, wow…. So crowded.. so penuh…. Teruslah kami melangkahkan kaki ini, menyusuri Jl. Malioboro. Dan ujung-ujungnya kami malah makan K*C fast food.

Tuntas sudah perjalanan kami menyusuri Jl. Malioboro walaupun sudah banyak toko-toko yang tutup karena sudah malam.

13 Agustus 2013

Pagi-pagi kami harus segera bersiap-siap, karena kereta kami akan menjemput kami di stasiun Tugu jam 08.56. Kami sarapan di hotel dan langsung check out hotel. Karena masih ada sedikit waktu, kami mampir dulu di Surabi Notosuman di Jl. Bhayangkara (masih belom kesampaian untuk beli Surabi Notosuman di Jl. Moh. Yamin, Solo). Dan langsung ke stasiun Tugu sekalian janjian dengan Bapak rental mobil untuk mengembalikan mobilnya.

Ayah, saya dan Faiz kembali ke Jakarta dengan naik kereta Argo Lawu. Sementara Bubul kembali ke rumah mbah Jo di Nguter, Sukoharjo.

Setelah kereta bergerak meninggalkan stasiun Tugu, Faiz pun terlelap. Dan terbangun setelah melewati stasiun Purwokerto. Setelah melewati stasiun Cirebon, Faiz terus tanya “kok gak sampe-sampe, rumah Faiz jauh ya”.

Dan apesnya ketika sampe di stasiun Jatinegara, pake acara ganti lokomotif. Huft… Ayah diajak turun Jatinegara juga gak mau dengan alasan, taksi susah di Jatinegara. Ya sudahlah, kami menunggu di stasiun Jatinegara sambil ajak Faiz jalan mondar mandir di dalam kereta. Setelah lebih dari 1 jam, akhirnya kereta kami berangkat juga menuju Gambir.

“Dada kereta… thank you kereta…”

Selesai…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s