Home » keluarga » Mengurus Paspor

Mengurus Paspor

10 September 2013

Tiba-tiba Ayah dapat tugas untuk berangkat ke Singapura dan ternyata paspornya sudah habis masa berlakunya. Padahal Ayah harus berangkat minggu depannya.

11 September 2013

Ayah mendatangi Kantor Imigrasi (Kanim) Jakarta Selatan, yang lokasinya di Mampang dan mendapatkan informasi butuh waktu 1 minggu untuk memperpanjang paspor. Saya juga berusaha untuk apply via online untuk Ayah. Saat upload dokumen-dokumen yang diperlukan, entah koneksi entah jaringannya lemooottt banget. Butuh waktu 15 menit untuk upload 1 dokumen dan kemudian untuk dokumen kedua gagal, begitu terus.

Setelah mencari info (tanya-tanya mbah Gugel), ternyata Kanim JakPus bisa melayani perpanjangan paspor dalam satu hari (hanya perpanjangan saja dan tidak untuk membuat baru).

12 September 2013

Jam 5 pagi Ayah sudah keluar rumah menuju stasiun Lenteng Agung. Dari stasiun Lenteng Agung naik kereta tujuan Sawah Besar. Dan dari stasiun Sawah Besar naik ojek ke Kanim Jakarta Pusat.

Sekitar jam 9 pagi, saya dapat kabar dari Ayah kalau urusan administrasi sudah selesai tinggal tunggu paspor selesai dicetak sekitar jam 3 sore. Bingung deh Ayah mau ngapain sambil nunggu jam 3 sore.

Sekitar jam 3.30 sore, paspor selesai dicetak. Yeayy….!! Beres dalam satu hari.

Dan saya menjadi latah ingin mempanjang paspor saya yang sudah habis masa berlakunya sejak 2010. Siapa tau aja tiba-tiba ada tiket murah, bisa langsung berangkat deh.

13 September 2013

Saya iseng scan semua dokumen yang diperlukan. Dan keisengan saya berlanjut untuk apply perpanjangan paspor via online. Kebetulan pas upload dokumen lancar jaya, tanpa hambatan. Gak sampai 5 menit, semua dokumen sudah ter-upload. Dan saya memilih tanggal 16 September 2013 dan Kanim JakSel untuk verifikasi dokumen, foto, dan wawancara.

16 September 2013

Niat sampai Kanim JakSel 7.30, tetapi yang terjadi kami baru berangkat jam 7.30 dari rumah. Ngedrop Faiz di preschool daycare trus Ayah ngedrop saya di perempatan Total Buah. Perjalanan saya lanjutkan dengan jalan kaki sampai di Kanim JakSel. Saya pun tiba di Kanim jam 8.30.

Ambil nomer antrian, menunggu dipanggil, verifikasi dokumen, pembayaran, dan akhirnya antrian terakhir adalah foto. Dan saya tidak melalui proses wawancara, karena saya hanya perpanjangan paspor. Jam 11 siang, selesai sudah semua urusan administrasi di Kanim JakSel. Selanjutnya saya tinggal mengambil paspor.

23 September 2013

Jam 12.30, saya sampai di Kanim JakSel. Langsung saya taruh kwitansi di box tempat pengambilan paspor. Loket pengambilan paspor dibuka lagi setelah jam 1 siang. Sambil menunggu loket, buka saya makan siang dan kembali lagi ke tempat menunggu hampir jam 1 siang. Jam 13.05, loket dibuka. Saya menjadi orang ketiga yang dipanggil.

Saya sempat bingung, kok paspor lama saya tidak dikembalikan. Setelah saya tanya katanya, “kan paspornya belum pernah dipakai.” Saya mencoba mencerna. Tapi tapi… kok paspor lama Ayah bisa diminta kembali. Akhirnya saya kembali ke loket untuk menanyakan paspor lama saya. Dan bapaknya tetap kekeuh bilang paspornya belum dipakai. Tapi saya bilang, “suami saya bisa”. Akhirnya Bapak petugas loketnya ngecek paspor lama saya, “maaf saya pikir paspor yang lama belum pernah dipakai.” Oalah… ternyata maksudnya itu tho. Makanya saya bingung paspornya belum dipakai, ya iya lah belum dipakai. Masak harus ada stamp di paspor baru trus paspor lama baru bisa diambil. Gak masuk akal…!!

Sayang banget kalau paspor lama saya gak bisa diambil. Lumayan bersejarah itu paspor. Hahaha

Selanjutnya… Ayah sudah punya paspor, Ibu udah punya paspor. Masak Faiz gak punya paspor…?? Dan seperti biasa, saya yang selalu semangat untuk urusan-urusan beginian.

Saya kumpulkan semua dokumen yang diperlukan dan saya scan.

24 September 2013

Saya upload semua dokumen yang diperlukan. Perlu perjuangan lebih untuk upload dokumen Faiz ini. Setelah 7 kali berusaha, akhirnya selesai juga upload semua dokumen tersebut. Dan saya memilih tanggal 30 September 2013 dan Kanim JakSel.

30 September 2013

Yang tadinya hanya saya dan Faiz yang ke Kanim, akhirnya Ayah pun ikut ke Kanim JakSel untuk urus paspor Faiz. Kami tiba di Kanim JakSel sekitar 7.20. Proses yang dilalui sama seperti saat saya perpanjang paspor kemarin.

Ternyata oh ternyata, memang tidak mudah foto paspor untuk balita. Butuh ekstra sabar untuk ambil foto balita. Untuk kasus Faiz, Faiz malah nunduk trus ndangak trus melet-meletin lidah trus njudir alias manyun-manyun trus merem-merem, kedip-kedip. Hadeuh apa lagi ya. Butuh beberapa kali take untuk bisa dapat foto Faiz sesuai dengan ketentuan. Untuk tidak sampai lebih dari 30 menit, kami bisa keluar dari bilik foto tersebut. Selanjutnya wawancara dan selesai sudah urusan administrasinya, sekitar jam 11.30.

Lebih lama proses pembuatan paspor Faiz daripada saya, karena sepertinya hari itu banyak sekali pembuatan paspor dari agen.

Dan untuk ambil paspor Faiz adalah tugas Ayah.

Paspor Faiz

Paspor Faiz

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s