Home » Jalan » Mudik Lebaran Haji Oktober 2013 Bagian 2

Mudik Lebaran Haji Oktober 2013 Bagian 2

13 Oktober 2013

Pagi-pagi Om Arif udah bersiap untuk latihan karate di Gelanggang UGM (udah bukan mahasiswa masih pengen latihan :-p). Eh Faiz maunya ikutan Om Arif, jadinya Bubul juga ikutan untuk nemenin Faiz. Sementara Ayah dan saya, urus check out penginapan, titip tas-tas di deposit stasiun Tugu (berat plus rempong kalau masih mondar-mandir bawa tas segambreng), trus kembaliin motor sewaan.

Selanjutnya Ayah dan saya menyusul Faiz and the gank dengan naik bis kota. Dan pagi itu kami menikmati Sunday Morning Market di kampus UGM.

Naik becak di kampus UGM

Naik becak di kampus UGM

Hari menjelang siang, dengan satu motor, kami (Ayah, saya, Faiz dan Bubul) harus menuju stasiun Tugu untuk melanjutkan perjalanan ke rumah mbah Jo. Om Arif masih kumpul-kumpul sama teman-temannya.

Tugas Ayah adalah mengantarkan kami. Pertama tentunya Faiz dan Bubul, karena saya masih harus menemani Ayah cari bakpia titipan temannya. Sebenarnya bakpia Djogja juga enak, tapi untuk rasa kacang hijau hanya tahan 3 hari saja sedangkan kami masih mau ke Sukoharjo dulu. Bisa-bisa sampai Jakarta, para bakpia itu udah pada basi. Jadilah kami cari bakpia Kurnia Sari. Dan kami memilih untuk membelinya di ruko Pogung Utara, di ring road utara.

Padahal masih jam 11 siang, tetapi bakpia kacang hijau sudah habis bis. Dan kami pun hanya membeli rasa keju dan coklat dan tidak untuk dibawa ke Jakarta. Katanya bakpia kacang hijau ini sudah habis dari tadi pagi. Ya sudah lah, titip Om Arif sajadan dipaketkan ke Jakarta.

Tujuan berikutnya tentu stasiun Tugu. Sampai di stasiun tugu jam 11.40, sebenarnya kami masih sempat untuk naik kereta jam 12. Saya terlanjur beli tiket kereta Sriwedari jurusan Solo Balapan yang jam 13.00 dan setelah saya tanya ternyata kereta yang jam 12 itu tidak AC, ya sudah tidak jadi tukar tiket.

Mungkin sudah hampir jam 14.30, kami tiba di Stasiun Purwosari. Tiba-tiba Ayah memutuskan turun di stasiun Purwosari dengan pertimbangan, bisa naik bis ¾ yang tentunya bisa lebih santai.

Setelah berganti bis 2 kali, sampailah kami di rumah mbah Jo.

“dada bis, thank you bis….”, kata Faiz.

Bersambung….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s