Home » Jalan » Mudik Lebaran Haji Oktober 2013 Bagian 4

Mudik Lebaran Haji Oktober 2013 Bagian 4

15 Oktober 2013

Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar La ilaha illallah wallahu Akbar

Biasanya menjelang sholat Ied selalu terdengar takbir, bahkan dari malam sebelumnya. Tetapi pagi ini sepertinya saya tidak terlalu mendengar takbir itu (apa saya salah ya).

Ya sudah lah, selepas subuh kami mulai bersiap-siap untuk sholat Idul Adha di lapangan dekat rumah mbah Jo. Jam 6.20 kami keluar rumah, menjelang mendekati lokasi terpaksa kami berlari-lari karena sholat akan segera dimulai.

Setelah selesai sholat, seperti saat sholat Idul Fitri kemarin, Faiz minta dibelikan balon. Kali ini balon yang dipilihnya balon pesawat dengan penumpang angry birds.

Acara berikutnya yang kami nantikan adalah tentunya acara qurban alias mbeleh sapi. Sebenarnya tidak tega saya melihat sapi disembelih tetapi saya penasaran. Faiz pun ikut menyaksikan. Syereemmm… kami cukup menyaksikan 1 sapi saja yang disembelih.

Sedihnya menjelang penyembelihan

Sedihnya menjelang penyembelihan

Selanjutnya kami hanya duduk-duduk saja di rumah mbah Jo. Pening kepala saya yang dari tadi aktivitasnya hanya duduk-duduk saja. Sampai mobil odong-odong alias mobil kelinci lewat di depan rumah mbah Jo. Yang tadinya saya malas untuk ikut tiba-tiba saya bergerak berlari menyusul Faiz, Bubul, Bude Dwi, Aisyah dan Thifa. Lumayan lah, bisa jalan-jalan eh mobil-mobilan keluar masuk kampung.

Ramenya naik mobil odong-odong

Ramenya naik mobil odong-odong

Ashar telah datang, saatnya kami bersiap untuk kembali ke Jakarta melalui stasiun Solo Balapan dengan kereta Argo Dwipangga.

Jam 5 kami keluar dari rumah mbah Jo. Ayah, saya dan Faiz diantar dengan motor sampai ke Songgorunggi tempat kami menyetop bis jurusan Solo. Sementara Bubul diantar Om Arif dengan motor dan tak lupa saya minta tolong untuk dibelikan roti Mandarijn Orion untuk oleh-oleh ke Jakarta. Dan kami bertemu lagi di stasiun Balapan Solo.

Walaupun masih jam 19.30, tetapi kereta Argo Dwipangga sudah stand by di stasiun. Setelah berdadah-dadah dengan Om Arif, kami pun langsung masuk ke dalam kereta dan langsung menyantap bekal yang sudah disiapkan.

Sampai jumpa di Jakarta Om Arif….

Jam 20.00, kereta perlahan meninggalkan stasiun Solo Balapan. Kali ini Faiz maunya dipangku Ayah dan mungkin ini terakhir kalinya Faiz beli tiket kereta jarak jauh tanpa tempat duduk. Untuk perjalanan berikutnya Faiz sudah harus beli tiket kereta dengan tempat duduk.

Menjelang Subuh, kereta tiba di stasiun Gambir.

Selesai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s