Home » Jalan » Pertama kali ke Dubai

Pertama kali ke Dubai

Setelah 11 hari saya mendarat di Abu Dhabi, saya diajak jalan-jalan ke Dubai. Ada apa di Dubai, saya belum punya bayangan dan saya pun belum ada waktu untuk mencari tahu. Semuanya saya percayakan kepada Bapak-bapak yang lebih dulu mempunyai bayangan mengenai Dubai. Kami pergi dengan 6 orang dewasa, 1 anak-anak, dan 3 balita dengan menyewa mobil van.

Tujuan pertama adalah Palm Jumeirah yang merupakan sebuah pulau dengan bentuk pohon palem. Sampai di Palm Jumeirah, kami pun terlihat “keder” alias bingung. Kami masuk ke sebuah bangunan yang di dalamnya ada toko dan ada beberapa beberapa tempat penjualan tiket untuk masuk ke tempat atraksi tersebut. Salah satunya adalah Atlantis Water Park, kalau saya tidak salah. Antrian pembelian tiket mengular dan kami pun meninggalkan bangunan tersebut.

Kami berjalan menuju stasiun Palm monorail, membeli tiket, menunggu kereta datang dan naik kereta monorail. Kami membeli tiket return atau pulang pergi. Harga tiket return ini adalah 25 dirham. Dari stasiun keberangkatan awal kembali ke stasiun keberangkatan awal lagi. Dari kereta kami dapat melihat pulau yang berbentuk palem dan Burj Al Arab, bangunan seperti layar perahu yang sangat terkenal .

Selanjutnya kami berangkat ke Dubai Mall. Maksud hati mencari tempat sholat Jumat di sana, tetapi ternyata di sana tidak diadakan sholat Jumat. Tidak jelas aktivitas kami di sana. Putar-putar mencari tempat sholat, duduk-duduk sambil melihat hilir mudik orang, lihat-lihat akuarium dari luar, dan mencari makan siang.

Setelah kenyang, kami keluar Mall sambil berfoto-foto di tempat yang cukup menarik buat kami. Salah satu spot menarik di luar gedung Dubai Mall adalah pemandangan dengan latar Burj Al Khalifa, bangunan tertinggi di dunia. Setelah puas berfoto-foto, kami berangkat ke Miracle Garden.

Miracle Garden adalah kebun bunga yang ditata sedemikian rupa sehingga nampak sangat cantik dan menarik. Ingin rasanya berlama-lama di sana. Harga tiket masuk 30 dirham per orang.

Tetapi sayang, foto-foto perjalanan hari itu (11 April 2014) lenyap ditelan laptop yang error. Dan sepertinya kami harus kembali ke sana. 🙂

Sekilas terkesan kehidupan di Dubai lebih “hidup”, tetapi saya lebih suka tinggal di Abu Dhabi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s