Home » Jalan » Kedua Kali ke Dubai

Kedua Kali ke Dubai

Rencana :

Jumatan di terminal bis Ghubaiba

Makan siang di Karama

Jalan ke Deira Creek

Ke Dubai Mall (Kinokuniya, Dubai Aquarium & Under Water Zoo, dan Fountain Show)

 

Peta Dubai

Peta Dubai

Pada hari H

Jam sepuluh kurang bis Abu Dhabi – Al Ghubaiba Dubai mulai bergerak meninggalkan Abu Dhabi Main Bus Terminal. Harga tiket bis 25 dirham per orang dan tidak dijual tiket berdiri. Bis ini nyaman dengan konfigurasi tempat duduk 2-1. Tempat duduknya empuk dan cukup luas untuk ukuran saya yang mungil. Kapasitas penumpang jikalau penuh adalah 26 orang saja.

02. abu dhabi terminal

Sepanjang perjalanan telinga kami disuguhi lagu-lagu yang iramanya sangat familiar di telinga saya. Tadinya saya kira lagunya Ahmad Albar ternyata bukan, lagunya Titik Puspa ternyata bukan, lagunya Broery Marantika bukan juga, lagunya Nicky Astria bukan juga, lagunya Kiroro bukan juga. Bukan bukan bukan… lagu-lagu tersebut adalah lagu-lagu Filipina. Ternyata Pak Supirnya orang Filipina dan 70% penumpang saat itu adalah orang Filipina.

Sekitar jam 12 siang, kami pun tiba di Al Ghubaiba Bus Terminal. Ayah sholat Jumat di Mesjid terminal. Saya dan Tole menunggu di area terminal. Sempat mampir ke toilet, toilet dipenuhi perempuan-perempuan muda tua berambut panjang dengan pipi merah seperti dioles lipstik.

Setelah sholat Jumat kami menuju stasiun metro (kereta). Stasiun metro Al Ghubaiba ini terletak di bawah tanah. Pintu masuknya berupa bangunan kotak khas Arab. Ada taman bunga di sekitar pintu masuk stasiun.

03. ghubaiba terminal

Kami membeli tiket sekali jalan dengan tujuan Karama. Stasiun Al Ghubaiba yang berada di jalur hijau, mengharuskan kami transfer di stasiun Burjuman untuk kemudian pindah ke jalur merah dan turun di stasiun Karama.

Dari stasiun Karama, kami berjalan kaki menuju rumah makan Indonesia Java Minang. Sampai di lokasi sempat bingung karena tertulis “Mexican Indonesian Food, Bali Chef”. Kami masuk ke rumah makan tersebut. Foto-foto di menu sungguh menggugah selera. Walaupun dari segi rasa tidak terlalu memuaskan tetapi cukup untuk mengobati kangen akan rasa nusantara.

04. karama

Setelah kenyang, kami lanjut berjalan kaki kembali menuju stasiun Karama. Kami membeli tiket sekali jalan lagi tujuan Dubai Mall. Stasiun Karama dan stasiun Dubai Mall berada di jalur yang sama, jalur merah, sehingga kami tidak perlu transfer atau pindah jalur.

Sebentar saja, kami tiba di stasiun Dubai Mall. Ada gedung penghubung antara stasiun dan Mall dan di dalam gedung tersebut ada eskalator datar. Jarak dari stasiun sampai mall sekitar 1-2km.

Tujuan pertama di Dubai Mall adalah toko buku Kinokuniya. Betah rasanya berlama-lama di sana. Namun karena waktu sudah semakin sore, saya pun hanya fokus mencari buku-buku yang sudah dicatat.

Kalau sebelumnya kami hanya berfoto-foto dari luar, kali ini kami membeli tiket masuk ke Dubai Aquarium & Underwater Zoo. Kami membeli tiket diamond seharga 90 dirham per orang dengan paket Aquarium Tunnel, Underwater Zoo, memberi makan ikan dan voucher senilai 10 dirham untuk pembelian suvenir. Tole yang saat itu hampir berumur 4 tahun juga harus membayar sama dengan orang dewasa.

05. dubai aquarium tunnel

Sebelum masuk ke terowongan akuarium, kami diberikan cupcake sebagai welcome snack. Masuk ke terowongan akuarium dan kecewa, terowongannya pendek. Supaya tidak terlalu kecewa, kami berlama-lama di dalam terowongan. Beberapa kali kami menolak untuk difoto, walaupun akhirnya kami mau difoto oleh petugas foto yang berada di dalam terowongan.

Keluar dari terowongan, salah satu dari mbak petugas sudah siap menyambut kami dengan menunjukkan foto kami yang telah dicetak dan disampul. Saya tanya berapa harus bayar untuk foto kami. “300 dirhams”, katanya. Teramat mahal buat saya, saya tidak mau ambil foto kami. Mbak tersebut masih mencoba merayu saya; 300 dirham itu termasuk foto dengan sampul, bola air yang di dalamnya ada foto kami, dan 3 buah gantungan kunci dengan foto kami. Tetap saja mahal buat saya.

Lanjut ke Underwater Zoo yang berada satu lantai di atas Aquarium Tunnel. Masuk ke Underwater Zoo mengobati rasa kecewa saya di Aquarium Tunnel. Koleksinya menarik dan suasananya pun dibuat menarik. Ada juga hewan malam seperti kelelawar yang kandangnya dibuat gelap seperti malam. Sedikit uji nyali yaitu melintasi jembatan gantung dari kayu yang hanya cukup untuk satu orang, Tole minta digendong.

06. underwater zoo

Saatnya memberi makan ikan. Masing-masing orang diberikan toples kecil berisi makan ikan. Sebelum benar-benar memberi makan ikan kami diajak berkeliling dan dijelaskan secara singkat mengenai peralatan menyelam, tempat karantina ikan yang sakit, dan tentu saja tentang ikan-ikan yang akan diberi makan. “Plung…”, saatnya melempar makanan ikan. Ikan pun berlomba-lomba memperebutkan makanannya.

Voucher souvenir 10 dirham dikalikan 3, jadi kami punya voucher 30 dirham. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Setelah memilah-milih souvenir dan membayar kelebihannya, kami pun keluar mall.

Kami bergerak keluar mall dengan mengikuti petunjuk arah “Dancing Fountain”. Kerumunan orang memadati area yang potensial untuk menikmati air mancur. Kami berusaha mencari posisi yang pas namun sepertinya sudah padat semua. Untunglah ada bapak-bapak bule yang memberikan tempat ke saya. Dan Tole pun cukup disunggi Ayah.

Jam 8 kurang 5 menit dan kami belum tahu kapan air mancur akan muncul. Kami membuat kesepakatan kalau jam 8 air mancur tidak muncul, maka kami pulang. Sambil menunggu jam 8, sambil ambil foto-foto Burj Khalifa, menikmati danau buatan, dan melihat perahu yang melintas.

Tepat jam 8, air mancur mulai menari di hadapan kami. Cantik dan menarik…!!

Air mancur usai beratraksi dan kami pun bergerak menuju stasiun Dubai mall. Kami membeli tiket kereta sekali jalan dengan tujuan stasiun Ibn Batuta. Sampai di stasiun Ibn Batuta, kami jalan menuju terminal bis Ibn Batuta. Ayah membeli tiket, saya dan Tole menunggu di halte. Tole sudah terlelap sejak dalam perjalanan stasiun Dubai mall dan Ibn Batuta.

“Kok silver, Yah?”, tanya saya ketika Ayah menyodori saya kartu Nol warna silver.

“Dikasihnya kartu ini,”, kata Ayah.

“Berapa?”, tanya saya lagi.

“35 dirham. Kartunya 6 dirham. Nanti kita pake buat bayar bis 25 dirham. Besok-besok kalau ke Dubai lagi, kita tinngal isi kartu ini aja.”, Ayah menjelaskan.

07. nol

Jam 9 malam, bis tujuan Abu Dhabi bergerak meninggalkan terminal bis Ibn Batuta. Bis selanjutnya akan berangkat jam 10 malam. Saya menghitung orang yang mengantri. Ada rasa khawatir juga jikalau kami tidak dapat terangkut di bis jam 10 malam dan bis terakhir adalah satu jam kemudian, jam 11 malam.

Jam 9.30, bis tujuan Abu Dhabi datang. Para penumpang masuk satu per satu sampai tiba giliran kami masuk. Alhamdulillah… kami sudah di dalam bis, setidaknya kami tidak harus menunggu bis berikutnya. Bis yang kami tumpangi ini berkapasitas 46 tempat duduk. Tadinya kami pikir ini adalah bis tambahan ternyata bis ini berangkat tepat jam 10 malam dari terminal Ibn Batuta.

Waktu tempuh perjalanan bis dari terminal Ibn Batuta sampai di terminal Abu Dhabi adalah 1.5 jam. Welcome home… Abu Dhabi, kami kembali…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s