Keliling Dunia di Global Village, Dubai

6 Februari 2015

Global Village adalah pasar malam di Dubai. Global Village terdiri dari paviliun-paviliun berbagai negara di dunia dengan dekorasi yang menawan. Sayangnya negara Indonesia tidak turut meramaikan pasar malam ini.

Global Village tidak dibuka sepanjang tahun. Untuk periode kali ini Global Village dibuka dari tanggal 6 November 2014 sampai dengan 11 April 2015.

Kami berangkat sekitar jam 2 siang dari Abu Dhabi terminal menuju terminal Al Ghubaiba dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.

Tiba di terminal Al Ghubaiba, kami langsung mencari shuttle bus yang menurut infomasi disediakan oleh pihak Global Village dan gratis. Kami melihat bis tanpa nomer dengan gambar dan tulisan besar “Welcome to Global Village”. Bis tersebut terparkir dengan pintu depan terbuka, mesin mati, tanpa supir dan tanpa penumpang. Kami celingak celinguk mencari supirnya. Dan tidak ada orang yang mengaku sebagai supir bis tersebut.

Kami berjalan menuju informasi. Kami melihat pengumuman, bis dengan tujuan Global Village adalah bis dengan nomer 104.

Kami menuju halte bis. Sudah banyak orang menanti bis 104. Tak sampai 10 menit, bis 104 datang. Penumpang mengantri dengan tertib untuk masuk ke dalam bis. Kursi penumpang telah penuh, tetapi antrian masih panjang. Beberapa tetap masuk ke dalam bis, dan beberapa yang lain lebih memilih menunggu bis berikutnya agar dapat tempat duduk.

30 menit kemudian, kami tiba di tempat pemberhentian bis Global Village. Dengan berjalan kaki sebentar, kami sudah berada di pintu masuk yang di sebelahnya adalah tempat beli tiket.

Begitu masuk ke Global Village, sebelah kiri ada tempat sholat dan toilet umum dan sebelah kanan ada heritage village yang menggambarkan kehidupan orang Arab di masa lampau dan saat itu sedang ada pertunjukan bapak-bapak menari, bernyanyi, dan memainkan alat musik.

Keliling dunia kami dimulai dari Negara Qatar yang isinya adalah stand-stand penjual abaya, pakaian, dan makanan-makanan. Selanjutnya kami melewati paviliun Irak dan Bahrain.

01

Suara patung gorila yang menggelegar membuat Tole ingin mendekat ke arah gorila itu. Dan di situlah letak pintu masuk Animal Land. Animal Land ini ceritanya kebun binatang yang di dalamnya ada patung binatang dengan efek suara, goyang kepala atau membelalakan matanya.

02

Keluar dari Animal Land, kami masuk ke paviliun Iran. Paviliun Kuwait kami lewati saja. Kami harus memilih pavilun mana saja yang kira-kira menarik untuk dikunjungi karena tidak mungkin kami masuk ke dalam semua paviliun.

Hari mulai gelap, kami tiba di sebuah kolam besar. Kami duduk-duduk di pinggirnya sambil memakan perbekalan yang kami bawa. Tak sampai 5 menit, air mancur mulai menari-nari yang diikuti dengan tarian bebas Tole. Sampai salah seorang pengunjungnya lebih memilih menonton Tole menari di keremangan malam daripada menonton air mancur. Air mancur selesai menari, Tole pun menyudahi tariannya dengan disambut tepuk tangan penonton satu-satunya Tole. Langsung Tole memeluk saya karena malu.

03

Kami belum beranjak dari pinggir kolam dan terlihat oleh kami paviliun-pavilun Pakistan dan Yaman. Kami melihat peta dan melanjutkan perjalanan menuju stasiun Abra dengan melewati paviliun Mesir dan Lebanon.

Setelah membeli tiket Abra, kami masih harus menunggu giliran. Dan karena kemakan omongan seorang kawan, jadilah kami masuk ke pavilun Yaman untuk berburu madu Yaman. Kami singgah di salah satu stand madu, penjaganya terlalu agresif menjajakan madunya yang membuat kami merasa kurang nyaman. Walaupun akhirnya kami tetap membeli madu di situ dengan alasan supaya kami bisa segera kembali ke stasiun Abra. Kami membeli 3 macam madu, masing-masing dalam satu wadah terkecil dengan ukuran ¼ kg. Penjaga stand tersebut masih merayu kami untuk membeli lebih banyak lagi, kami tetap tidak mau. Dan penjaga stand tersebut bilang, “kamu cuma beli segitu karena tidak punya uang ya?”

04

Kami segera keluar dari paviliun Yaman menuju stasiun Abra. Kami tidak perlu menunggu lama untuk mendapat giliran naik abra. Keliling dunia dengan abra segera dimulai. Dari abra kami dapat memandang paviliun Pakistan, Yaman, UAE, KSA, India, Mesir, Lebanon, Syiria, Maroko, Tunisia.

05

Keliling dunia dilanjutkan dengan berjalan kaki. Kami melewati paviliun Thailand, Kamboja, Filipina dan mampir ke paviliun Eropa yang menjual berbagai suvenir nuansa Eropa dengan dominasi suvenir dari Inggris. Saya coba masuk ke dalam paviliun Itali, ternyata yang dijual adalah miniatur menara Eiffel. Kami berjalan lagi melewati paviliun Spanyol dan Jordan, berhenti dan masuk di paviliun Malaysia & Singapura. Masuk ke paviliun Malaysia & Singapura serasa masuk ke ITC.

06

Setelah melewati paviliun China dan Afrika, kami tiba di pintu keluar Global Village dan jam sudah menunjukkan pukul 8.30 malam.

Ada beberapa paviliun yang luput dari pandangan seperti paviliun Turki dan Afganistan. Tapi kami harus segera pulang ke Abu Dhabi

Kami berjalan menuju halte bis. Hanya bis dengan nomer 103 jurusan Union, Dubai yang ada di halte. Karena tidak tahu sampai kapan bis 104 datang, maka kami memutus kan naik taksi menuju terminal Ibn Batuta, Dubai.

Ternyata terminal Ibn Batuta jauh dari Global Village…!!

Kami sampai di terminal Ibn Batuta sekitar jam 9.30 malam. Antrian bis menuju Abu Dhabi sangat panjang. Sampai bis penuh, antrian masih tetap penuh. Dan bis berangkat ke Abu Dhabi jam 10 malam, sesuai jadwal.

Kami harus menunggu bis yang jam 11 malam atau bis yang terakhir. Bisa saja kami naik taksi sharing, tetapi Ayah lebih memilih naik bis. Saya dan Tole ikut saja.

Alhamdulillah kami masih bisa naik bis yang jam 11 malam dan sampai di Abu Dhabi sudah lewat tengah malam. Tentu saja Tole sudah lelap di alam mimpi.

Advertisements