Akhirnya Kidzania, Jakarta

2 April 2017

Sebagai pemula, sebelum berkunjung ke Kidzania saya berselancar di websitenya untuk merencanakan strategi selama di sana. Dan kesimpulannya, biarlah anak memilih mau kemana. Tugas saya sebagai orang tua hanya mendampingi sambil memberi pengertian kalau waktu yang kita punya terbatas, jadi kita harus memilih.

Jam 9.30 kami tiba di Pacific Place Mall. Mall masih terlihat sepi pagi itu. Dan kami langsung naik ke lantai 6, lokasi Kidzania.

Suasana di lantai 6 sudah ramai. Saya langsung datang ke counter express untuk menukarkan voucher Kidzania yang sebelumnya sudah saya beli dari teman seharga 115rb per voucher. Karena voucher yang saya punya berwarna marun, jadi saya harus reservasi (bisa sehari sebelum) untuk mencatatkan nomer voucher dan jumlah calon pengunjung (berapa anak & berapa dewasa) kemudian saya mendapatkan nomer kode booking yang saya catat di belakang salah satu voucher tersebut.

Masuk area Kidzania seperti masuk ke bandara, semua barang bawaan kita dipindai. Kita juga dilarang membawa makanan dari luar kecuali air putih.

Kidzania terdiri dari 2 lantai. Aktivitas yang ada lantai 1 adalah Archeological Site, Bank, Bread House, City Tour, Department store, Gas Station, Hospital, Interior Design Studio, Mini Market, Race Track, Training Center, dll. Aktivitas yang ada di lantai 2 adalah Flight Simulator, Chocolate Factory, Noodle Factory, dll.

Kidzania

Tole & T lebih banyak beraktivitas di lantai 1. Anak laki-laki yang paling digemari adalah tak jauh-jauh dari otomotif dan berpetualang.

Kalau mau mengendarai mobil di Kidzania, harus punya SIM A dulu. Sebelum membuat SIM A harus medical check up di hospital terlebih dahulu.

Ada simulator di tempat pembuatan SIM, sayang tidak digunakan. Anak-anak hanya foto untuk mendapatkan SIM.

Ramai sekali pengunjung saat itu. Saya bertanya ke salah satu petugas, apakah setiap akhir pekan seramai ini. Dan katanya bahkan di hari kerja pun Kidzania selalu ramai seperti akhir pekan. Wow…

Kidzania dengan tiket masuk tidak murah dan banyak sponsor… Woww…

Anak-anak sangat menikmati aktivitas di Kidzania dan minta untuk bulan depan ke Kidzania lagi. Hiks…

Emirates Palace Abu Dhabi

12 Februari 2016

Emirates Palace adalah hotel mewah yang menjadi salah satu tujuan wisata di Abu Dhabi. Jumat siang menjelang sore kami menjemput Lesty-Adhi dan kemudian berkunjung ke Emirates Palace. Bukan untuk menginap, tapi sekedar melihat megahnya bangunan Emirates Palace dan mampir ke restaurant yang menyajikan cappuccino dengan taburan emas 24K.

Saya dan suami tidak sampai hati meminum serpihan emas. Jadilah kami memesan camelccino buat Ayah, expresso buat saya, dan hot chocolatte buat Tole.

Minuman

Adalah Tante Lesty yang memesan cappuccino dengan taburan emas, tetapi Om Adhi hanya memesan minuman soda. Oh…

Kopi emas

Jadi jangan tanya saya bagaimana rasanya meminum emas. Saya cukup puas dengan memandang langsung minuman tersebut.

Sebelum datang ke Emirates Palace saya berpikir kalau saya adalah salah sedikit orang norak yang berkunjung ke hotel hanya untuk lihat-ilhat. Ternyata saya banyak temannya. Bahkan ada beberapa rombongan bis yang berisi wisatawan yang datang ada untuk melihat-lihat dan foto-foto, tentunya.

InteEkste

Dengan langit yang biru cerah menambah indahnya sore di Emirates Palace sore itu. Interior dalamnya pun mewah luar biasa.

Lunas sudah rasa penasaran akan Emirates Palace, akan cappuccino dengan taburan emas 24K yang terkenal itu.