Emirates Palace Abu Dhabi

12 Februari 2016

Emirates Palace adalah hotel mewah yang menjadi salah satu tujuan wisata di Abu Dhabi. Jumat siang menjelang sore kami menjemput Lesty-Adhi dan kemudian berkunjung ke Emirates Palace. Bukan untuk menginap, tapi sekedar melihat megahnya bangunan Emirates Palace dan mampir ke restaurant yang menyajikan cappuccino dengan taburan emas 24K.

Saya dan suami tidak sampai hati meminum serpihan emas. Jadilah kami memesan camelccino buat Ayah, expresso buat saya, dan hot chocolatte buat Tole.

Minuman

Adalah Tante Lesty yang memesan cappuccino dengan taburan emas, tetapi Om Adhi hanya memesan minuman soda. Oh…

Kopi emas

Jadi jangan tanya saya bagaimana rasanya meminum emas. Saya cukup puas dengan memandang langsung minuman tersebut.

Sebelum datang ke Emirates Palace saya berpikir kalau saya adalah salah sedikit orang norak yang berkunjung ke hotel hanya untuk lihat-ilhat. Ternyata saya banyak temannya. Bahkan ada beberapa rombongan bis yang berisi wisatawan yang datang ada untuk melihat-lihat dan foto-foto, tentunya.

InteEkste

Dengan langit yang biru cerah menambah indahnya sore di Emirates Palace sore itu. Interior dalamnya pun mewah luar biasa.

Lunas sudah rasa penasaran akan Emirates Palace, akan cappuccino dengan taburan emas 24K yang terkenal itu.

Advertisements

Melrimba Garden, Puncak 21 Agustus 2016

6.30 kami dijemput sama T & keluarga menuju ke Puncak ke tempat andalannya Om (Ayah T). Sebelum sampai di lokasi, kami diajak mampir sarapan bubur ayam langganannya Om kalau lagi ke Puncak karena posisinya di kiri jalan menuju atas dan ada tempat parkir yang cukup untuk 3-4 mobil.

Sampai di Melrimba, kami harus membeli tiket masuk dan membeli umpan ikan untuk memancing.

Begitu masuk ke Melrimba Garden, kami disuguhi taman bunga warna warni. Masuk lagi ada taman bermain, ada empang tempat memancing, ada area outbond, ada danau buatan untuk permainan air.

Saya suka dengan suasana Melrimba! Sejuk dan asri.

Jalan ke belakang lagi ada pintu menuju kebun teh. Segar dan sejuk. Sejauh mata memandang ada hamparan kebun teh.

Kembali ke pintu masuk Melrimba dan permainan anak seperti trampoline, ATV, kuda, sepeda air. Tole dan T langsung menyerbu tempat-tempat itu.

Melrimba Garden

Tak jauh dari permainan anak, ada bangunan yang menjual aneka tanaman.

Jam 12 kami berencana turun untuk menghindari ditutupnya jalan turun. Tetapi ternyata aki mobil tekor karena lampu mobil lupa dimatikan.

Sambil menunggu aki dicas, jadilah kami makan siang di restoran Melrimba Garden. Suasananya enak, makanan enak, harga standar resto.

Setelah 1.5jam, aki selesai dicas. Kami siap turun. Dan kami menjadi korban penutupan jalan. Dinikmati saja.

Dan sampai Jakarta menjelang maghrib.

Staycation @Cirebon

4 Maret 2017

Ini bukan pertama kali kami ke Cirebon. Tapi ini pertama kali kami staycation. Saya memilih Cirebon untuk staycation karena

  1. Bisa mendapat hotel lumayan dengan rate tidak terlalu mahal.
  2. Perjalanan relatif lancar dengan tol Cipali.
  3. Makanan di Cirebon enak-enak dengan harga murah.
  4. Cirebon panas, jadi enak untuk berendam di kolam renang.

Jadilah kami berangkat 8.30 dari Jakarta dan dengan jalan santai lewat tol Cipali jam 12.30 kami sudah sampai di hotel yang menyatu dengan CSB Mall. Kami keluar di pintu tol Ciperna.

Karena belum bisa check in dan perut mulai lapar, kami naik becak ke Nasi Jamblang Ibu Nur. Sebenarnya ada Nasi Jamblang Mang Dul yang lebih dekat dengan hotel, tetapi karena sudah beberapa kali makan di Mang Dul jadilah kami ke tempat Ibu Nur.

Penuh sekali rumah makan siang itu, bahkan ada rombongan bis parkir. Lunas sudah penasaran saya akan Nasi Jamblang Ibu Nur ini.

Ibu Nur

Kami kembali ke hotel dengan becak juga.

Sambil menunggu agak sore, kami hanya leyeh-leyeh di dalam kamar. Dan setelah sore, baru kami ke kolam renang sampai menjelang maghrib.

Setelah shalat maghrib, kami berjalan kaki menyebrang jalan menuju Seafood H.Moel. kami datang, hampir semua meja penuh.

Selesai makan di H. Moel dan kekenyangan, maksud hati mau langsung masuk kamar. Tetapi Tole merengek minta makanan fastfood yang ada paket mainannya. Seperti pengalaman yang sudah-sudah, fastfood di mall dan malam biasanya sudah banyak makanan yang sudah habis dan antrian malah semakin banyak. Sabar sabar…

5 Maret 2017

Karena tema kami kali ini staycation jadi tidak harus buru-buru bersiap kan?

817

Setelah mandi pagi, kami sarapan dan mencicip empal gentong yang sudah tinggal kuah saja. Tapi secara keseluruhan, enak dan beragam pilihan menu sarapan di Swiss-Belhotel Cirebon.

Selesai dengan sarapan, kami bersiap ke kolam renang lagi. Dan dihabiskan waktu sampai menjelang check out di kolam renang.

air

Sebelum check out, saya sempat jalan-jalan di CSB Mall. Sesungguhnya CSB Mall ini kurang menarik buat saya karena terlalu padat dengan pengunjung dan penataannya kurang rapi, kecuali food court yang cukup strategis dijangkau dari hotel.

Jam 11.45 kami check out dan langsung menuju Jakarta dengan masuk di pintu tol Plered. Perjalanan kembali ke Jakarta hanya 3.5 jam saja. Lancar dan saking lancarnya saya sempat melihat avanza mendarat di parit pinggir tol, habis terbang sepertinya.

Lembang, 7-8 Januari 2017

7 Januari 2017

Dengan asumsi seminggu setelah tahun baru orang-orang akan tiarap dari liburan, maka berangkatlah kami ke Lembang. Perjalanan dari Jakarta dimulai jam 8.30 dan lancar selama di tol.

Begitu keluar tol Pasteur, mobil sudah mengular ke arah Lembang. Dan setelah menikmati kemacetan, 14.30 kami pun mendarat di Farmhouse Lembang.

Ramai sekali Sabtu itu, bahkan terlihat beberapa rombongan bis piknik ke Farmhouse. Sebenarnya menyenangkan sekali berada di Farmhouse. Hawa sejuk, pemandangan indah, cari makan mudah, ada mini zoo yang pastinya membuat anak-anak senang.

Sudahlah lupakan mengambil foto-foto cantik, kita nikmati suasana saja. Semua sisi kami jelajahi dan saya paling suka dengan taman yang di atas. Mengingatkan saya akan sebuah taman di Jepang (lupa, entah taman apa).

Farmhouse

Selesai jelajah Farmhouse, kami langsung menuju hotel Pesona Bamboe tempat kami menginap.

Pesona Bamboe

Hotel dengan suasana menyenangkan walaupun dengan fasilitas kamar standard. Air panas tidak ada saat sore dan malam hari. Untungnya air panas bisa mengalir esokan harinya. Tapi sayang disayang juga, air kolam renangnya cukup dingin sehingga Tole tidak mau lama-lama bermain air.

8 Januari 2017

Selesai sarapan, kami berangkat menuju Floating Market. Saya suka dengan suasananya dan suka sekali dengan Taman Miniatur Kereta Api. Suka dengan jajananya yang tidak terlalu mahal. Suka menikmati Floating Market dari kereta air.

Floating Market

Tak heran kalau orang-orang (terutama dari Jakarta) sering pergi ke Lembang, saya pun suka dengan suasana Lembang tapi tidak dengan macetnya saat weekend.

Makanan Halal di UAE

Peredaran minuman beralkohol dan daging babi sangat jelas diatur di UAE. Namun bukan berarti kita lengah dan menganggap semua makanan di UAE halal. Saya sendiri masih merasakan kesulitan untuk memastikan kehalalan makanan.

Untuk makanan kemasan, saya harus mengernyitkan dahi untuk membaca ingredientnya terutama yang tidak ada label halal. Untuk makanan yang diproduksi di Negara Islam seperti UAE, Saudi, Oman, saya berpikiran positif, insya Allah makanan tersebut halal. Untuk makanan yang impor, terutama dari Eropa atau Amerika saya harus ekstra hati-hati dalam membaca ingredientnya. Di sini bukan berarti kalau saya selalu benar, tetapi sekedar berusaha untuk berhati-hati. Kalaupun saya luput, wallahu alam…

Lain lagi ketika kami makan di restoran atau food court. Makanan franchise semacam KFC atau BK, insya Allah aman karena mencantumkan tulisan halal di outletnya. Dan ketika kami hendak makanan di restoran, kami hanya mengandalkan insting saja.

Syukurlah produk-produk halal akan mudah diidentifikasikan. Terima kasih Emirates Standardisation and Metrology Authority (ESMA).

Abu Dhabi Week Vol. 07 Issue 44 I 30 October - 5 November 2014

Abu Dhabi Week
Vol. 07 Issue 44 I 30 October – 5 November 2014

Mudik Lebaran Haji Oktober 2013 Bagian 1

12 Oktober 2013

Dengan penerbangan jam 5.50 dari Soetta, kami tiba di bandara Adi Sucipto sebelum jam 7. Setelah urusan “belakang” selesai, kami langsung menuju halte bus TransJogja. Saya lupa, kami naik nomer 1A atau 1B ya. Tapi rute kami juga melewati Jl. Malioboro dan berhenti di halte Taman Pintar untuk janjian dengan Om Arif (adik Ayah-urutan nomer 2). Om Arif berangkat dari rumah mbah Jo, subuh-subuh dengan mengendarai motor.

Berhubung baru ada 1 motor, jadilah satu per satu Om Arif mengantar kami ke penginapan. Pertama saya diantar om Arif ke penginapan di Jl. Kemetiran Kidul untuk early check-in. Sementara Faiz dan Bubul main-main di depan Taman Pintar dan Ayah bertugas jaga tas-tas kami yang belum terangkut. Selanjutnya Faiz dan Bubul yang diantar. Terakhir baru Ayah, sekalian cari-cari sewaan motor. Yess… Ayah bisa sewa motor tanpa deposit.

Depan Taman PinTar

Setelah leyeh-leyeh sebentar di kamar, kami pun keluar untuk keliling-keliling Jogja. Tujuan pertama adalah mencari tempat makan untuk brunch (breakfast & lunch). Ayah mengajak kami ke tempat dulu Ayah biasa makan gado-gado, di daerah Lempuyangan. Tetapi ternyata warungnya gak buka. Trus kami coba mengikuti kemauan Bubul makan steak di WS, setelah sampai lokasi warung juga belum buka. Akhirnya kami makan sate di Samirono. Sate Samironi ini ternyata enak, lho… dagingnya empuk dan daging kambingnya gak bau prengus.

Selesai makan sate, kok udah panas ya di luar. Menurut Ayah, masih terlalu panas kalau kami memaksakan diri pergi ke Kebun Binatang Gembiraloka sekarang. Dan kami pun begerak ke Jl. Kaliurang. Pertama kami masuk ke Rei Adventure shop dan kemudian ke Eiger Adventure shop (kayak di Jakarta gak ada aja ya). Sayangnya barang yang saya cari tidak ada.

Petualangan dilanjutkan dengan mampir di Kalimilk TKP 3 (kalau tidak salah), Jl. Kaliurang. Pengunjung Kalimilk ini disebut neneners, tapi minumnya tetap dari gelas dan pakai sedotan kok. Susunya enak, tapi tidak berasa susu. Sangat lite sekali rasa susunya.

Bubul-Om Arif-Ayah @Kalimilk

Bubul-Om Arif-Ayah @Kalimilk

Setelah dari Kalimilk, kami nekat ke Kebun Binatang Gembiraloka. Karena kalau nunggu agak adem bakalan kesorean sampai di sana. Ternyata Kebun Binatang Gembiraloka ini memang lebih bagus daripada Kebun Binatang Ragunan. Dan jadi highlight buat saya, Kebun Binatang Gembiraloka ini stroller friendly…!! (saya siy gak bawa stroller ya).

Faiz nempel Om Arif @ Gembiraloka

Faiz nempel Om Arif @ Gembiraloka

Penataan Kebun Binatang Gembiraloka pun lebih rapih, bersih , dan lebih jelas alur kandang hewannya. Kami naik Taring (transportasi keliling) dan perahu Kataraman (perahu dengan kapasitas 40 orang). Setelah naik Kataraman, kami makan-makan di Mayang Tirta (restoran di atas danau).

@Mayang Tirta

@Mayang Tirta

Selesai sudah eksplorasi Gembiraloka kali ini. Walaupun belum puas tetap harus disudahi karena hari sudah sore. Kami pun kembali ke penginapan.

Setelah bersih-bersih dan istirahat di kamar, kami pun keluar kamar jam 7 malam. Tujuannya hanya mie Kadin yang terkenal itu.

Luar biasa lalu lintas Jogja malam itu, ramai, padat, sumpek terutama di sekitar Malioboro. Akhirnya kami tiba di mie Kadin di Jl. Bintaran Kulon. Luar biasa penuh, dan pesanan kami baru tiba setelah lebih dari 40 menit kami menunggu. Huft… perjuangan mau makan…. Tidak sampai 15 menit kemudian, mie pesanan kami ludes pindah ke perut. Memang istimewa sekali rasa mie-nya. Kami memesan mie goreng dan mie godok.

Selepas dari dari mie Kadin, bubul masih penasaran dengan ronde di alun-alun kidul. Wow…. Puadettt muacettt… tumpah ruah manusia dan kendaraan di alun-alun kidul itu.

Di alun-alun kidul, cari tukang ronde, beli bungkus dan kami langsung kembali ke penginapan. Faiz sudah tertidur di motor.

Selesai ubek-ubek Jogja hari ini.

Bersambung…

Berpetualang sambil Berlebaran Part 4

Masih 12 Agustus 2013

Tujuan kami selanjutnya adalah kampung Giriloyo yang merupakan kampung batik. Lokasinya cukup jauh dari tengah kota. Dari kota Jogja, kami menuju Jl. Imogiri Timur dan terus melaju di jalan tersebut sampai melewati jembatan kali Opak, baru kami berbelok ke kiri. Rasanya seperti ke negeri antah berantah dan hampir tidak percaya jikalau ada kampung batik dengan lokasinya sampai sejauh ini. Ternyata setiap rumah adalah showroom dan workshop batik. Tinggal pilih mau menyambangi yang mana. Jarak antar rumah tidak terlalu rapat dengan pemandangan depan adalah hamparan sawah. Kami hanya mengunjungi 2 rumah pertama yang kami temui. Semakin ke atas semakin banyak rumah penduduk . Dan sepertinya untuk rumah-rumah yang lebih atas, showroomnya terkelompok. Maksudnya tiap-tiap rumah ada aktivitas membatik tetapi untuk showroom nya, terpusat di suatu tempat.

Giriloyo

Giriloyo

Selesai dengan Giriloyo, kami menuju pantai Depok. Pantai Depok ini merupakan jajaran Pantai Parangtritis. Kami ke sini hanya untuk menikmati seafood dan memandangi pantai laut selatan.

Untuk bisa menikmati seafood tersebut, kami harus beli ikannya dulu di Pasar Ikan Segar. Karena kalap mau mencicipi semua, jadilah kami beli udang, cumi, kepiting, dan ikan kakap untuk kemudian dibawa ke rumah makan untuk dimasak dengan ongkos masak 10rb/kg. Cukup banyak karena kami hanya bertiga orang dewasa plus satu balita. Akhirnya sebagian udang goreng tepung dan ikan kakapnya kami bungkus.

Pasar Ikan Segar

Pasar Ikan Segar

Seafood pesanan kami

Seafood pesanan kami

Perut sudah teramat penuh tapi sayang kalo kami tidak menjenguk ombak-ombak pantai selatan. Dahsyat memang ombak di pantai Depok, seingat saya lebih tenang ombak di Parangtritis.

Pantai Depok

Pantai Depok

Angin sore sudah memanggil-mangil kami untuk kembali ke kota. Dan sebelum benar-benar masuk hotel, kami mampir ke rumah teman SMA saya di daerah Kota Gede.

Setelah masuk hotel dan bersih-bersih, kami keluar lagi untuk menikmati malam di sepanjang Jl. Mangkubumi – Jl. Malioboro. Kebetulan lokasi hotel kami ada di Jl. Gowongan Kidul, yang keluar ke jalan raya nya ya Jl. Mangkubumi itu.

Tujuan pertama adalah mencicip es krim Tip Top yang legendaris itu. Salah satu pesanan kami adalah es krim yang judulnya Tip Top. Tetapi setelah ditanya isi es krim tersebut mengandung rhum. Terpaksa kami memesan es krim pengganti dan sudah rela jikalau es krim yang tidak kami sentuh itu harus dibayar. Ternyata eh ternyata, kami tidak membayar es krim yang tidak kami makan…!!

Tip Top

Tip Top

Perut ini sudah teramat kenyang, tapi masih pada penasaran sama angkringan di dekat stasiun Tugu dan masih berharap setelah berjalan kaki perut menjadi lebih kosong. Setelah tiba di angkringan tersebut, wow…. So crowded.. so penuh…. Teruslah kami melangkahkan kaki ini, menyusuri Jl. Malioboro. Dan ujung-ujungnya kami malah makan K*C fast food.

Tuntas sudah perjalanan kami menyusuri Jl. Malioboro walaupun sudah banyak toko-toko yang tutup karena sudah malam.

13 Agustus 2013

Pagi-pagi kami harus segera bersiap-siap, karena kereta kami akan menjemput kami di stasiun Tugu jam 08.56. Kami sarapan di hotel dan langsung check out hotel. Karena masih ada sedikit waktu, kami mampir dulu di Surabi Notosuman di Jl. Bhayangkara (masih belom kesampaian untuk beli Surabi Notosuman di Jl. Moh. Yamin, Solo). Dan langsung ke stasiun Tugu sekalian janjian dengan Bapak rental mobil untuk mengembalikan mobilnya.

Ayah, saya dan Faiz kembali ke Jakarta dengan naik kereta Argo Lawu. Sementara Bubul kembali ke rumah mbah Jo di Nguter, Sukoharjo.

Setelah kereta bergerak meninggalkan stasiun Tugu, Faiz pun terlelap. Dan terbangun setelah melewati stasiun Purwokerto. Setelah melewati stasiun Cirebon, Faiz terus tanya “kok gak sampe-sampe, rumah Faiz jauh ya”.

Dan apesnya ketika sampe di stasiun Jatinegara, pake acara ganti lokomotif. Huft… Ayah diajak turun Jatinegara juga gak mau dengan alasan, taksi susah di Jatinegara. Ya sudahlah, kami menunggu di stasiun Jatinegara sambil ajak Faiz jalan mondar mandir di dalam kereta. Setelah lebih dari 1 jam, akhirnya kereta kami berangkat juga menuju Gambir.

“Dada kereta… thank you kereta…”

Selesai…